Perkuat Sinergi di Kab Kutai Kartanegara Mendukung Swasembada Pangan Berkelanjutan
Tenggarong, Senin, 15 Juni 2026, bertempat di CWS Kutai Kartanegara dilakukan pertemuan penyuluh Kabupaten Kutai Kartanegara. Pertemuan dihadiri oleh penyuluh Kabupaten Kutai Kartanegara dan selaku narasumber adalah Kepala BRMP Kaltim, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Kutai Kartanegara , Kelsi Penyuluh Provinsi Kaltim, dan Kapoksi Pendampingan Modernisasi Pertanian.
Saat Pertemuan Kepala BRMP Kaltim (Dr. Ahmad Subhan) menitikberatkan kepada kinerja penyuluh sebagai ujung tombak dalam capaianprogram swasembada pangan berkelanjutan. Tugas utama penyuluh dalam hal ini adalah capaian LTT (regular, Oplah, CSR), CSR, Oplah, Banper, Kelompencapir, dan serap gabah. Sementara Kelsi Penyuluh Prov Kaltim (Badri, SP., MP.) menegaskan juga kepada penyuluh untuk meningkatkan kinerja yang diemban penyuluh. Satu tambahan tugas yang juga harus menjadi output adalah KEP (Kelembagaan Ekonomi Petani) yaitu 3 unit untuk Provinsi Kalimantan Timur. Selain itu kembali diingatkan untuk dokumen-dokumen pribadi penyuluh harus ditata dan direkap dengan baik, agar sewaktu-waktu diperlukan bisa langsung diberikan dengan sesuai.
Kadis Pertanian dan Peternakan Kabupaten Kartanegara (Muhammad Rifani) menyampaikan dukungan pemkab dalam program pendampingan pertanian, dan meminta setiap penyuluh dapat mengetahui wilayah kerjanya termasuk Kawasan Prioritas yang mana dalam fokus pengembangannya.
Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara menetapkan lahan pertanian komoditas padi seluas 8.093,06 hektar yang terbagi menjadi lima kawasan prioritas. Yaitu :
Kawasan I: Meliputi Kecamatan Sebulu dan Muara Kaman (termasuk desa seperti Sumber Sari dan Cipare Makmur) yang menjadi fokus pertanian modern.
Kawasan II: Berada di Kecamatan Tenggarong Seberang (meliputi desa seperti Embalut) yang juga mengembangkan kawasan pertanian produktif di atas lahan bekas tambang.
Kawasan III: Terletak di Kecamatan Kembang Janggut dan Tabang.
Kawasan IV: Meliputi Kecamatan Tenggarong dan Loa Kulu (mencakup Kelurahan Bukit Biru dan Jahab, serta Desa Jembayan, Sumber Sari, Sepakat, Ponoragan, dan Rempanga) yang menjadi percontohan transformasi pertanian berbasis teknologi modern.
Kawasan V: Berada di Kecamatan Kota Bangun.
Terakhir Kapoksi Pendampingan Modernisasi (Afrilia Tri Widyawati, SP., MP.) menyampaikan terkait Mekanisme E-Banper dan Progresnya d Kabuapten Kartanegara. Beberapa yang harus menjadi perhatian pada saat diskusi adalah aplikasi e-Banper yang masih terkendala dalam pengaplikasiannya, sehingga masih dimungkinkan utntuk mengajukan secara manual melalui jalur yang ada.
Harapan dari adanya pertemuan inia adalah penyamaan persepsi dan irama kerja dalam pencapaian target swasembada pangan agar dapat berkelanjutan dan memberikan kesejahteran bagi petani.