Antisipasi Kekeringan, BRMP Kaltim Dorong Pemanfaatan Void sebagai Sumber Air Pertanian
Samarinda, 9 September 2026 — BRMP Kalimantan Timur bersama pemerintah daerah dan sejumlah pemangku kepentingan membahas pemanfaatan void purna tambang sebagai sumber air alternatif untuk mendukung pertanian di Kecamatan Sambutan, Kota Samarinda. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mengantisipasi dampak kekeringan sekaligus menjaga keberlanjutan pertanaman agar risiko gagal panen dapat ditekan.
Pertemuan melibatkan BRMP Kalimantan Timur, Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Timur, Dinas Pertanian Kota Samarinda, Balai Wilayah Sungai, Dinas Lingkungan Hidup, Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan, pemerintah wilayah, kelompok tani, PPL, POPT, serta penyuluh. Keterlibatan lintas sektor tersebut diperlukan karena pemanfaatan sumber air alternatif tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan air, tetapi juga menyangkut sarana distribusi, kondisi lingkungan, pembiayaan, serta kepastian penggunaan lahan.
Dalam pembukaan pertemuan, Kepala BRMP Kaltim, Dr. Ahmad Subhan, M.sc mengemukakan kondisi kekeringan yang terjadi di Samarinda, peluang pemanfaatan void untuk mendukung ketersediaan air pertanian, serta sejumlah kendala yang perlu diselesaikan agar sumber air tersebut dapat dimanfaatkan secara efektif.
Persoalan utama yang dihadapi saat ini bukan semata-mata ketersediaan sumber air, tetapi bagaimana air dari void dapat dialirkan menuju kawasan pertanian secara cepat dan efektif. Berdasarkan hasil yang disampaikan dalam pertemuan tersebut, beberapa sumber air dinilai layak dimanfaatkan untuk pertanian.
Melalui koordinasi lintas sektor ini, BRMP Kalimantan Timur mendorong agar potensi sumber air yang tersedia dapat dimanfaatkan secara tepat untuk mempertahankan kegiatan budidaya di tengah kondisi kekeringan. Penanganan jangka pendek melalui pompanisasi perlu berjalan seiring dengan penyelesaian aspek teknis, lingkungan, infrastruktur, dan kepastian penggunaan lahan untuk membangun sistem penyediaan air pertanian yang lebih berkelanjutan